Tuesday, December 24, 2013
Turun Tangan Malang: Ambil Bagian Pada Hari Ibu

Tanggal 22 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai momentum Hari Ibu. Gerakan “Turun TanganMalang mengambil bagian untuk memperingati momentum hari ibu di arena Car Free Day sebagai bentuk refleksi penghormatan terhadap kaum Ibu. Momentum hari Ibu diperingati sebagai refleksi penghormatan kepada Ibu yang telah melahirkan, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya. Kegiatan pada momentum hari Ibu tersebut, diisi dengan kegiatan drama teatrikal, aksi pungut sampah dan sosialisasi tentang gerakan Turun Tangan kepada masyarakat Malang di arena car free day. Dalam kegiatan tersebut, Gerakan Turun Tangan Malang menggandeng komunitas teater dari LSO “Kata Mati” UMM sebagai patner dalam aktivitas tersebut.

Refleksi hari Ibu merupakan agenda pertama yang menandai aktivitas gerakan Turun Tangan Malang untuk bersosialisai. Hari Ibu dipilih sebagai agenda pertama, sebab merupakan momentum ajang refleksi kita kepada sosok ibu yang telah banyak berjasa untuk mendidik anaknya agar menjadi insan pengabdi kepada bangsa dan negara. Tanpa jasa seorang Ibu, sosok seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, Yamin, Tan Malaka dan tokoh-tokoh the founding father lainya tidak mungkin dapat merumuskan negara Indonesia. Di Indonesia, sosok Ibu sangat dihargai. Hal itu tercermin dalam “prasasti” dan “semboyan” dari sebuah judul lagu, “Ibu Pertiwi”. Pada momentum hari ibu itu juga, seluruh gerakan Turun Tangan yang ada di Indonesia serentak mengadakan aksi turun jalan untuk memperingati momentum hari Ibu.

Penghormatan tersebut adalah bentuk nyata dari sebuah apresiasi tinggi terhadap sosok ibu. Refleksi hari ibu yang diadakan oleh gerakan Turun Tangan Malang, merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan tinggi terhadap ibu. Apresiasi itu diwujudkan dalam bentuk drama teatrikal sebagai bentuk ekspresi untuk merefleksikan penghormatan kepada ibu. Pada kegiatan drama teatrikal tersebut, gerakan Turun Tangan dan komunitas theater “Kata Mati” mengajak seluruh pengunjung arena car free day malang untuk bersama-sama memperingati momentum hari ibu.

Koordinator event dari gerakan Turun Tangan Malang menyampaikan bahwa, "kita mengajak seluruh warga malang untuk bersama-sama selalu ingat pada sosok ibu yang telah berjasa besar dalam kehidupan ini, agar kita tidak lupa bahwa setiap tahunnya ada momentum peringatan hari ibu, ujar coordinator event turun tangan malang", M. Riqar Manaba.

Ruang Publik seperti care free day jangan hanya dijadikan sebagai tempat olahraga maupun lokasi dalam mengisi waktu dari kepenatan bekaftifitas, tapi juga harus dijadikan tempat untuk menyampaikan pesan kebudayaan. Seperti makna yang Turun Tangan sampaikan melalui teater dan pembacaan puisi bersama "Kata Mati". - Lanjutnya

Pada momentum hari ibu itu juga, gerakan Turun Tangan Malang juga mengajak pengunjung untuk turun tangan pungut sampah di sekitar arena car free day. Turun tangan pungut sampah adalah langkah kecil namun nyata untuk mengamalkan perintah “kebersihan merupakan bagian dari Iman”. Pengut sampah juga dilakukan pada kegiatan tersebut, sebab di arena car free day, warga malang berkumpul bersama dengan sanak family, pedagang asongan pun juga berkumpul yang tentunya menyebabkan arena car free day menjadi kotor.